KOMJak
March 9, 2010 at 10:56 am , by komjakarta
Oleh: Semalam suntuk Production (Viri, Hanni, Stevi)
Video ini adalah cuplikan dari refleksi pengalaman menjadi peserta angkatan I KOMJak selama 1 tahun. Video ini didedikasikan sebagai rasa terima kasih peserta kepada seluruh warga Keuskupan Agung Jakarta, Romo Hariyanto, SJ, dan para fasilitator
Kilas Sejarah - Tragedi Berdarah 1740
March 3, 2010 at 7:27 am , by komjakarta
Oleh: Hiyashinta Klise
Oleh sebagian besar masyarakat, daerah kota tua memang tak lebih dari sekedar daerah yang bernuansa oldies. Suasananya yang mampu membangkitkan kenangan akan tahun-tahun silam membuatnya tak sepi pengungjung. Ada yang mengatakan klasik, ada yang mengatakan romantis, ada pula yang mengatakan angker. Betapa tidak, mengingat pada jaman penjajahan Belanda, VOC pernah membantai ribuan etnis Tionghoa di Batavia.
Namun kini kisah itu telah terlupakan. Tenggelam oleh romantisme foto-foto pre-wedding yang diambil di sana. Kalah oleh maraknya ABG labil yang berpacaran yang tidak mengindahkan nilai sejarah dari kota tua.
Ingin tahu mengenai kisah pembantaian etnis Tionghoa oleh VOC pada tahun 1740? Silakan simak film dokumenter berdurasi 7 menit ini. Hiyashinta Klise telah membuatnya untuk kita semua. (PRK)
Orang Muda yang Kreatif Secara Luas
February 26, 2010 at 5:40 pm , by komjakarta
Seri Kualifikasi KOMJaker (bagian 6)
Oleh: Felix Iwan Wijayanto
Tak akan sulit menemukan kreativitas dalam diri orang muda pada umumnya. Asumsi ini terutama untuk kreativitas dalam kaitannya dengan seni. Namun, kreativitas yang dimaksud dalam kualifikasi keenam KOMJaker ini berlingkup lebih luas daripada sekadar kreativitas seni, melainkan kemampuan membangun/merintis pembaruan dan akhirnya menemukan/menciptakan kebaruan dalam segala dimensi kehidupan, entah secara kognitif (cara berpikir), afektif (cara mengolah rasa) maupun konatif (cara bersikap, berperilaku dan mengekspresikan diri). Mengapa kreativitas seluas itu sangat penting dikuasai oleh seorang KOMJaker?
Program KOMJak didedikasikan bagi sejumlah orang muda Katolik yang ingin mengembangkan dirinya secara komprehensif. Read more
Orang Muda yang Andal Berjejaring
February 25, 2010 at 4:25 pm , by komjakarta
Seri Kualifikasi KOMJaker (bagian 5)
Oleh: Felix Iwan Wijayanto
Saat seorang KOMJaker memiliki mimpi/cita-cita besar tentang dirinya sendiri, Gereja dan masyarakat, pada sisi lain ia menyadari bahwa dirinya serba terbatas: wawasannya, kemampuannya, daya pengaruhnya terhadap dirinya sendiri dan lingkungan di sekitarnya. Di saat itulah ia membutuhkan bantuan dari pihak lain dan kerjasama dengan pihak lain. Dalam posisi itulah jejaring mutlak dibutuhkan.
Jejaring berarti hubungan-hubungan relasional antar pribadi dan antarkelompok, antarlembaga, bahkan antara pribadi dengan kelompok dan lembaga. Read more
Orang Muda yang Survive
February 25, 2010 at 7:14 am , by komjakarta
Seri Kualifikasi KOMJaker (bagian 4)
Oleh: Felix Iwan Wijayanto
Kualifikasi keempat KOMJaker ini mungkin memicu kontroversi. Betapa tidak? “Survival” mungkin lebih dikenal sebagai daya naluriah (instinctive) binatang dan tumbuhan untuk bertahan hidup, sehingga tak layak dipinjam sebagai istilah penjelas situasi manusia, termasuk orang muda dan KOMJaker. Namun, untuk sementara istilah “survival” dipinjam dalam maknanya yang berlaku untuk kapasitas diri manusia dalam mengambil sikap (adjustment) saat menghadapi tantangan berat hidup di tengah masyarakat. Read more
Reading Materials Sosio-Ekonomi
February 25, 2010 at 6:56 am , by komjakarta
Ekonomi Pasar Yang Neo-Liberalistik vs Ekonomi Berkeadilan Sosial
Akses Keadilan Bagi Masyarakat Miskin
Kemiskinan dan Disparitas Pembangunan
Analisa Permasalahan Kemiskinan di Indonesia dalam Perspektif Teori Modernisasi dan Dependensi
Belajar di Lokalisasi
February 24, 2010 at 11:12 am , by komjakarta
Oleh: Franky Susanto
Surabaya malam Natal tahun 2004. Tiba-tiba, telepon berdering di rumah Theresia Mike Verawati Tangka. Di ujung telepon terdengar suara seorang perempuan.
Perempuan di ujung telepon itu berkata, “Mbak Mike, saya sudah melihat gereja, tapi tidak masuk. Doain ya mbak, supaya nggak hanya sampai di depan gereja, tapi bisa masuk, seperti yang dibilang Mbak Mike.” Mike lantas menjawab, “Kamu di mana? Kalau kamu di gereja malam ini, saya temenin. Kalau pun sudah nggak ada misa, saya temenin kamu sampai masuk.” Tapi, perempuan di ujung telepon itu hanya tertawa dan berkata, “Nanti deh, Mbak. Kapan-kapan saya ceritakan lagi. Ini sudah malam…” Telepon pun terputus.
Perempuan yang menelpon Mike itu seorang pedila, alias perempuan yang dilacurkan. Read more
Manusia Kalah dari Semut?
February 24, 2010 at 10:19 am , by komjakarta
Oleh: Gracia Emerentiana
Suatu hari sepulang kerja, seperti biasa antrian bus Transjakarta di halte Harmoni ke arah Kalideres penuh sesak. Orang-orang saling dorong untuk dapat masuk ke dalam bus.
Ketika masuk ke dalam busway, tiba-tiba seseorang mendorongku dari belakang hingga aku terjatuh terduduk ke depan. Buku setebal 900 halaman yang kubawa terjatuh dan kemudian terinjak-injak oleh orang yang mendorongku itu. Aku tak mengerti, kenapa hanya demi sebuah bangku kosong di bus, seseorang tega mengorbankan bahkan membahayakan keselamatan orang lain. Read more
