KOMJak, Memang Beda

December 1, 2009 at 5:00 am , by komjakarta

oleh Hilda Karuniawan *

Ibu jariku selalu teracung ke atas, dan kepalaku selalu mengangguk-angguk tanda terkagum, ketika aku menyaksikan sendiri teman-temanku sekarang. Ya, mereka sangat berbeda sekarang dengan waktu pertama kali mereka datang untuk bergabung dengan KOMJak. Dalam satu tahun ini mereka telah menjalani proses panjang dalam pembelajaran bersama KOMJak. Dan di modul empat ini aku salut sekaligus bangga dengan mereka.

Rasa bangga itu juga tertuju pada diriku. Aku cukup maju pesat dalam bidang analisis sosial. Dan semua ini berkat sebuah komunitas yang telah memfasilitasiku untuk mewujudkan mimpiku sejak satu tahun yang lalu. KOMJak memang komunitas yang unik. Berbeda dengan komunitas ‘anak muda Gereja’ yang lain. Mengapa aku mengatakan berbeda?

Aku punya cukup banyak pengalaman terlibat dalam kegiatan kaum muda Katolik. Aku pernah tergabung dalam Mudika di Paroki-ku, aku pernah menjadi moderator Forum Komunikasi Mahasiswa Katolik di sebuah Keuskupan (2005-2007), aku pernah mendampingi Komunitas Siswa Katolik di salah satu SMU  di Yogyakarta (2006-2007), aku juga menjadi pendamping Kaum Muda Katolik di sebuah Fakultas di Yogyakarta (2006-2007), dan aku juga punya pengalaman memberi retret bagi sebagian Kaum Muda Katolik.

Dari sana aku mengenal berbagai karakter Kaum Muda Katolik yang sebagian besar sama dengan kaum muda pada umumnya. Duduk, berkumpul, ngobrol ngalor ngidul, gitaran, nyanyi-nyayi, makan bareng, ngrokok bareng, kadang ada gerak karitatif, jadi relawan korban gempa, dsb. Hanya saja yang membedakan kaum muda Katolik dengan kaum muda lainnya, bahwa mereka berkumpul, berbicara soal keimanan Katolik, kalau nyanyi…ya nyanyi lagu-lagu rohani, kalau nongkrong di gua maria, kalau dolan ya di Gereja,  ngamen atau parkir di depan gereja untuk menambah uang kas mereka. Ada juga yang kumpul-kumpul sambil latihan koor, retret, rekoleksi sambil bersenang-senang, dan lain-lain.

KOMJak berbeda dengan mereka. Dari nama organisasinya saja sudah menunjukkan bahwa komunitas ini tidak hanya berorientasi pada keimanan Katolik saja. Kampus Orang Muda Jakarta (KOMJak), tanpa embel-embel ‘Katolik’ . Tapi jangan salah, kami adalah kumpulan kaum muda yang dibaptis, percaya akan Yesus Kristus, yang dikandung oleh Roh Kudus, dilahirkan oleh Bunda Maria, mengadakan Ekaristi bersama setiap kali kita berkumpul, berdoa, menyanyi, games, dll.

Tapi tidak sekedar seperti yang diatas. Kami merasa dipanggil untuk melanjutkan misi Kristus dan misi ini tidak cukup dilakukan dengan kumpul, memecahkan roti, berbagi, berdoa, mendengar sabda, atau memuji Allah. Misi kami adalah mengubah dunia. Untuk itu, kami menggunakan sisi kognitif, afektif dan konatif kami untuk bertindak. Kami punya keprihatinan dan keprihatinan ini yang juga dirasakan oleh sebagian besar pemuda. Tapi kami tidak sekedar prihatin, kami terjun dan berjumpa dengan realitas langsung. Dari sanalah kami belajar, terlibat langsung, mencecap dan merasakan segala, berefleksi bersama dan kemudian mencari permasalahan mendasar. Tidak berhenti pada pencarian akar masalah dan solusi, namun selanjutnya kami bersikap, menindak lanjuti apa yang menjadi keprihatinan kami dengan terang ajaran-ajaran Yesus yang sudah ditulis dan ditafsirkan oleh banyak orang ke dalam dokumen-dokumen Gereja (baca: Ajaran Sosial Gereja). Berangkat dari semua itu, maka lahirlah Kelompok Biru, kelompok yang bergerak untuk meminjamkan modal usaha bagi orang-orang kecil.

Pernah juga KOMJak bergabung dengan Jaringan Anti Penyiksaan Indonesia (JAPI), terlibat dalam diskusi-diskusi publik tentang permasalahan-permasalahan sosial, advokasi undang-undang yang dikeluarkan pemerintah, ikut kuliah filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, bergabung dengan Aliansi Bhinneka Tunggal Ika untuk menggelar Panggung 1000 Harapan di Senayan dalam rangka memperingati HUT RI ke 64 tahun, mengadakan pelatihan jurnalistik, pelatihan pembuatan videodokumenter, dan masih banyak lagi. Semua ini demi tercapainya mimpi-mimpi KOMJakers. We were born to change the world to make better place.

* Hilda Karuniawan adalah seorang guru di sebuah sekolah di daerah Jakarta Selatan

Category Testimoni / Tags: Tags: , , , /

Social Networks : Technorati, Stumble it!, Digg, delicious, Google, Twitter, Yahoo, reddit, Blogmarks, Ma.gnolia.

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.

4 Comments so far

by winda

On December 3, 2009 at 2:54 am

baca sharingnya Hilda, kayaknya oke tuh Komjak. Boleh nanya? Apakah Komjak ini arahnya ke politik ya? Kok kegiatannya politis-politis… Nanya lagi, ini Komjak organisasi atau apa sih? Apakah punya kaitan dengan partai/tokoh tertentu?

JBU

by hilda

On December 3, 2009 at 3:44 am

@ winda: Boloh lah nanya….hehe…feel free aja. Klo dr yang aku share sie kegiatannya berbau politis, secara aku emang suka terlibat pd hal yang politis. Tapi ternyata ga cuma itu kok. Aku juga terjun pd bidang pendidikan moral etika dan keimanan, krn aku emang seorang guru (agama). Aku juga suka photography dan seni gambar. Ada juga anak2 KOMJak lain yang menekuni bidang ekonomi dengan mendirikan Badan Kredit Mikro Biru yang membantu memberikan modal bagi pedagang2 kecil. Ada juga yang minat pada video dokumenter, dll. So, KOMJak ga musti politik dan tidak ada kaitannya dengan partai tertentu. KOMJak independent dibawah Keuskupan Agung Jakarta. Begitu….

by hilda

On December 3, 2009 at 3:49 am

Aku juga mau nambahin lagi, bagi siapa pun yang punya mimpi dan minat di bidang apa pun, bisa gabung ke KOMJak kok. Krn KOMJak ga membatasi pada bidang2 tertentu. Siapa pun difasilitasi untuk berkembang pada bidang yang diminatinya.Thanks!!
Aku kasih contoh aja ya: Di KOMJak I ada yang minat di bidang desains, nulis di blog (jurnalistik), pendidikan, hukum, IT, ekonomi, dll..

by Felix

On December 4, 2009 at 11:12 am

@Winda: Winda, baca comment-mu aku jadi inget terjemahan Indonesia dari syair lagu yg (konon) ditulis oleh Bob Marley (penyanyi/musisi reggae asal Jamaica ini (sayang aku blm dapet syair aslinya):

… aku tidak mengerti politik
aku tidak mengerti kapitalisme atau sosialisme
yang kukatakan hanyalah soal Injil
tapi mengapa banyak orang bilang
aku selalu bicara politik? …

Hehe … ya begitulah … sesungguhnya, ngomongin tokoh utama Injil pasti tampak sedang ngomong politik, krn Ia pun dibunuh dg hukuman politis (salib=hukuman pelaku subversi thd Kekaisaran Romawi).

4 Responses to “ KOMJak, Memang Beda ”

By submitting a comment here you grant a perpetual license to reproduce your words and name/web site in attribution. Inappropriate comments will be removed at admin's discretion.

Contact


E-mail: komjakarta@gmail.com
Website:http://www.komjakarta.org

Contact Person:

Stefanus Hilda Karuniawan
HP: 08995197771
E-mail: evan_kolefsky21@yahoo.com
Stephanie Rusli
HP: 08567243821
E-mail: stephanie.rusli@hotmail.com
Priska Kalista
HP: 021-93355053
E-mail: priskalista@gmail.com

Top of page